Share It

Jumat, Februari 01, 2013

Misteri Gunung Gede

Tahukah kalian para pegiat alam kalau gunung Gede yang biasa menjadi tujuan favorit para pendaki, khususnya kalangan pendaki muda atau pemula mempunyai cerita dan mistis yang cukup menarik untuk disimak? 
Jadi, pada zaman penjajahan belanda dan lokasi gunung ini sering dijadikan tempat lalu lalang para tentara indonesia yang mengintai dan ingin menahncurka tentara belanda, hingga pada suatu ketika ada seorang putri belanda yang melakukan pendakian ke gunung ini, khususnya melalui jalur putri, namun entah mengapa dikabarkan bahwa putri itu menghilang dan tidak pernah terdengar kabar selanjutnya setelah itu, diperkirakan putri belanda itu meningal di gunung kecil di kaki gunug Gede ini, yang dinamakan Gunung Putri, maka tidak heran kalau para pendaki yang melalui jalur ini kadang kala melihat sesosok putri belanda, tinggi, putih, cantik, dengan memakai pakaian khas negri paman sam itu.
Sampai terdengar cerita dari salah seorang rekan kami yang kebetulan ia seorang pendaki pemula, dia mengatakan bahwa ia telah melihat sosok putri belanda tersebut saat dalam perjalanan pulang di jalur putri, putri itu sendiri, mengenakan pakaian belanda kuno.
Juga sari seorang pendaki yang mengalami kecelakaan pada saat mendaki gunung Gede ini, ia terjatuh dan mengalami patah tulang tangan, sehingga menghambat pergerakan timnya, namun dengan tegar ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pendakian dan akan bermalam di jalur ini seorang diri, karna ia sadar bahwa dirinya hanya mempersulit pergerakan timnya saja, ketika malam tiba, dalam keadaan dingin, dan rasa sakit yang ia derita, di bawah bivak sederhana yang di bangun oleh rekannya, ia melihat sosok putri belanda itu dari kejauhan, dan menghampiri pendaki itu, denngan ramah putri itu merawat si pendaki yang sedang sakit, hingga si pendaki tertidur di samping putri tersebut, namu keesoka paginya, ketika ia terbangun dari tidurnya, ternyata si putri telah tiada, dan pergi entah kemana, sesampainya di bawah bersama rekan satu timnya, si pendaki yang sakit itu bercerita kepada rekannya, dan menanyakan keberadaan putri tersebut kepada volunteer GPO, ternyata memang putri itu adalah putri belanda yang telah menjadi mitos di gunung Gede, terutama di jalur Putri.

Kadangkala pendaki yang berada di kawasan alun-alun Surya Kencana akan mendengar suara kaki kuda yang berlarian, tapi kuda tersebut tidak terlihat wujudnya. Konon, kejadian ini pertanda Pangeran Surya Kencana datang ke alun-alun dengan dikawal oleh para prajurit. Selain itu para pendaki kadang kala akan melihat suatu bangunan istana.Alun-alun Surya Kencana berupa sebuah lapangan datar dan luas pada ketinggian 2.750m dpl, di sebelah timur puncak Gede, merupakan padang rumput dan padang edelweiss. Surya Kencana adalah nama seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (pendiri kota Cianjur) yang beristrikan seorang putri jin. Pangeran Surya Kencana memiliki dua putra : Prabu Sakti dan Prabu Siliwangi.Kawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayam Pangeran Surya Kencana. Beliau bersama rakyat jin, menjadikan alun – alun sebagai lumbung padi yang disebut Leuit Salawe, Salawe Jajar, dan kebun kelapa salawe tangkal, salawe manggar.Petilasan singgasana Pangeran Surya Kencana berupa sebuah batu besar berbentuk pelana. Hingga kini, petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun, dan disebut Batu Dongdang yang dijaga oleh Embah Layang Gading.

Sumber air yang berada di tengah alun-alun, dahulu merupakan jamban untuk keperluan minum dan mandi.Di dalam hutan yang mengitari Alun-alun Surya Kencana ini ada sebuah situs kuburan kuno tempat bersemayam Prabu Siliwangi. Pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi yang menguasai Jawa Barat, terjadi peperangan melawan Majapahit. Selain itu Prabu Siliwangi juga harus berperang melawan Kerajaan Kesultanan Banten. Setelah menderita kekalahan yang sangat hebat Prabu Siliwangi melarikan diri bersama para pengikutnya ke Gunung Gede.Sekitar gunung Gede banyak terdapat petilasan peninggalan bersejarah yang dianggap sakral oleh sebagian peziarah, seperti petilasan Pangeran Suryakencana, putri jin dan Prabu Siliwangi. Kawag Gunung Gede yang terdiri dari, Kawah Ratu, Kawah Lanang, dan Kawah Wadon, dijaga oleh Embah Kalijaga. Embah Serah adalah penjaga Lawang Seketeng (pintu jaga) yang terdiri atas dua buah batu besar. Pintu jaga tersebut berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju kearah puncak.Eyang Jayakusumah adalah penjaga Gunung Sela yang berada disebelah utara puncak Gunung Gede. Sedangkan Eyang Jayarahmatan dan Embah Kadok menjaga dua buah batu dihalaman parkir kendaraan wisatawan kawasan cibodas. Batu tersebut pernah dihancurkan, namun bor mesin tidak mampu menghancurkannya. Dalam kawasan Kebun Raya Cibodas, terdapat petilasan/ makam Eyang Haji Mintarasa.Pangeran Suryakencana menyimpan hartanya dalam sebuah gua lawa/walet yang berada di sekitar air terjun Cibeureum. Gua tersebut dijaga oleh Embah Dalem Cikundul. Tepat berada di tengah-tengah air terjun Cibeureum ini terdapat sebuah batu besar yang konon adalah perwujudan seorang pertapa sakti yang karena bertapa sangat lama dan tekun sehingga berubah menjadi batu. Pada hari kiamat nanti barulah ia akan kembali berubah menjadi manusia.

Tidak ada komentar: